Maafkan Saya
Award Pertama Begitu Menggoda
Senin pagi dikabari mas Fikri bahwa dia ngirimin award. “Ada sebuah award kecil-kecilan dariku, silakan diambil di sini jika berkenan. :) ,” katanya. What a big surprise. Kecil bagi dia, tapi sungguh besar artinya bagi saya.
Maklum newbie, jadi harus cari-cari tau dulu harus ngapain. Dengan sedikit ilmu mencoba menerima kepercayaan award ini dengan mengerjakan empat tugas.
1. Thank and link to the person who awarded me this award.
Terimakasih banyak mas Fikri yang sudah menganugerahi award ini. Sungguh pemberian yang sangat berarti, menambah percaya diri, makin termotivasi.
2. Share 8 things about myself.
Sebenarnya banyak hal yang bisa diceritakan. Karena cuma diminta delapan, saya persempit ke kenangan-kenangan pahit. Dengan ini kawan bisa mengenal banyak kekurangan saya. Semoga dengan semakin mengenal, terutama kekurangan, jadi semakin cinta.. :) hahai..
Sekedar menegaskan, kekurangan berikut tidak sedikitpun menyurutkan langkah. Percaya Tuhan itu adil. Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan.
- Sudah divonis malaria sebelum jaman sekolah.
- Patah/terkilir siku lengan kiri 2x sebelum umur 7 tahun. Akibatnya sampai sekarang jari-jari tangan kiri tidak bisa menyentuh bahu kiri.
- Infeksi saluran Eustachius, saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan bagian belakang. Telinga dan hidung dipenuhi lendir. Disedot, bayangkan dalam keadaan sadar, pipa penyedot dimasukkan ke telinga dan hidung. Hueks..
- Kesetrum sampai mulut berbuih tahun 2000 pas di hari ulang tahun. Meninggalkan jejak luka bakar di ujung jari tengah dan pangkal jempol tangan kanan.
- Kuku jari kelingking kaki kanan tidak tumbuh normal lagi. Infeksi, dipotong tim kesehatan kampus pas jadi ketua ospek fakultas tahun 2006. Kuku dilipat sampai ke pangkal, kemudian dipotong pake gunting. Waktu itu cuma dibius semprot. Belum sembuh, sudah dibawa main bola. Tambah parah.
- Dikira batuk biasa, ternyata Bronchitis Kronis. Divonis akhir tahun 2008. Bu Dokter cantik marah dikiranya saya perokok aktif. Di usia semuda itu paru-paru sudah tidak bagus.
- Ditahun yang sama 2008, terpaksa cabut gigi. Lobang menganga tidak mungkin ditambal lagi.
- Umur yang sudah 25 lebih belum tumbuh gigi geraham bungsu. Dokter gigi menyarankan rontgen, tapi belum dilakukan, takut.
3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered.
Haduh, yang ini berat. Boleh nawar ya. Sebenarnya bisa kirim kedelapan orang, tapi dengan berbagai pertimbangan, saya tawar jadi empat. Award ini saya dedikasikan ke:
- Ria Mustika Pasha, karena eksistensinya saya termotivasi untuk nge-blog.
- Karina Utami Dewi, alasannya sama dengan di atas.
- Rio Saputra, sejak pulang ke Bengkulu jarang ketemu pemuda aktif yang optimis, penuh motivasi dan inspiratif. Terkenang kawan-kawan baik di Jogja.
- Syaifullah Arifin, yang sudah memberi masukan untuk perkembangan blog saya. Terimakasih. Ditunggu saran berikutnya.
4. Contact those blogger and tell them about their awards.
Oke, segera dilakukan.
9 Februari 2011. Award pertama. Campur aduk berbagai rasa. Terimakasih mas Fikri.
Semoga Sukses
Sembari menepuk bahu saya, ibu Wiwit mengatakan “Be a Success man!”. Sepenggal kata yang cukup memotivasi pagi ini. Hanya itu dialog kami saat papasan tadi pagi setelah saya mengucap “hello, mam..”. Setelahnya saya bilang ‘thnx mam, amin..”.
Tak sering jumpa. Tak banyak kata. Tapi sarat makna.
Kedekatan yang aneh, hubungan saya dengannya. Beliau rekan kerja saya sewaktu masih mengajar di SMK Negeri 1 Bengkulu dulu. Tapi tidak sebatas itu. Beliau guru pengampu ‘Bahasa Inggris’ saat saya masih duduk bangku sekolah menengah pertama, SLTP Negeri 1 Bengkulu. Tapi tidak sebatas itu. Suaminya murid ayah saya. Tapi tidak sebatas itu. Ibu mertua beliau teman ayah saya. Tapi tidak sebatas itu. Putri pertamanya yang bernama Putri, salah satu murid terbaik saya. Tapi tidak sebatas itu. Putri telah tiada. #Sedih.
Sebagai guru baru waktu itu, Putri sangat membanggakan saya. Ntah apa yang sudah dia ceritakan ke ibunya, sampai ibu Wiwit juga menyenangi saya. Yaah, memang rumornya banyak siswa yang menyenangi cara mengajar saya; para gurupun membicarakan saya (sepertinya saya terlalu banyak berbuat onar hingga jadi bahan pembicaraan). Bukan karena saya lebih pintar dari guru lain. Bukan juga karena saya sekolah kependidikan. Saya lulusan teknik, beruntung saja bisa jadi guru. Lebih beruntung lagi, tidak lama kemudian saya dapat kesempatan mengabdi di Universitas swasta milik yayasan di Bengkulu. Padahal saya tidak pernah berniat itu, saya hanya berusaha memaksimalkan tugas saya sebagai pengajar. Bukankah kita dibayar untuk bekerja maksimal.
Kebanggaan Putri terhadap saya berimbas pada sikap ibunya. Beliau sering mensupport saya. memberikan motivasi, masukan, nasehat-nasehat ringan tapi dalam. Terus begitu, sampai sekarang.
6 Januari 2010. Termotivasi. Penuh makna dalam berbenah diri.
Arti Sahabat
Parah. Perih. Kulit muka saya yang biasanya mulus halus, mengelupas. Orang Bengkulu bilang ‘mutung ari’, ntah apa bahasa Indonesianya, suatu keadaan kulit mengelupas setelah beberapa hari sebelumnya terkena sengatan matahari yang sangat terik. Inilah hadiah istimewa di awal 2011.
Tepat tanggal 1 kemarin, lagi asik main futsal bareng kawan-kawan dosen dan pak rektor, seorang kawan asal Sungai Pakning, Bengkalis, Riau, menelepon. Mengabari dia sudah di loket PO SAN (Perusahaan Otobus SAN Putra Jaya) Bengkulu pagi itu. Minta dijemput. Surprise. Sampai juga dia di Bengkulu setelah berencana sekitar 2 tahun. Sendirian. Nekat. Gila. Tak masalah. Tak mungkin ada orang yang mau culik dia. Tak mungkin. Tak mungkin.
Terkenang masa-masa kuliah di Yogyakarta. Susah senang pernah terlewati bersamanya. Kawan lama, sahabat, tempat meradai* di kala cekak; mengadu masalah; becanda; berbagi di kala suka. Senang. Tentu saja. Mampir dia ke kota kecil saya, Bengkulu. Istimewa.
Untuk itu saya harus jadi tuan rumah yang baik. Mengajaknya berkeliling Bengkulu, melihat-lihat tempat wisata jadi menu wajib. Hanya saja, Senin dah masuk kerja. Keterbatasan waktu. Sabtu – Minggu, 2 hari itu harus dimaksimalkan meski hanya sekedar ngider di Kotamadya Bengkulu. Maksimal, termasuk berboncengan di terik siang. Sampai mengelupas kulit muka dibuatnya. Tak apa. Tak apa. Demi karib, hal segini bukanlah masalah.
Berkeliling kami ke tempat wisata; rumah pengasingan ‘Bung Karno’, benteng kuno Inggris ‘Malborough Fort’, Pantai ‘Panjang’, Pantai ‘Tapak Padri’, Danau ‘Dendam Tak Sudah’, Monumen ‘Thomas Park’, Lapangan Merdeka (tempat tugu Bengkulu pernah berdiri. Sekarang? Kau boleh kecewa melihatnya. Dan saya belum mau bahas itu). Tak lupa kami berkunjung ke rumah kawan-kawan kuliah yang menetap di Bengkulu.
Kawan, terima kasih telah berkunjung. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mampir. Takkan terlupa kesenangan ini. Senang karena masih diingat, meski dulu saya pemuda kasar, suka asal, bicara ceplas-ceplos, urakan, jorok, jarang mandi; Senang bisa bercanda, diskusi, berbantah-bantahan seperti jaman kuliah; Senang bisa ikut berkunjung ke tempat wisata, yang walaupun saya lahir dan besar di Bengkulu, sudah 6 – 10 tahun ini tidak pernah saya lakukan. Wisata semakin bagus, meski tata kelolanya belum baik; Senang karena sudah lama tidak sesenang ini.
5 Januari 2011. SAHABAT. Tak lekang oleh waktu. Tak putus dimakan jaman. Semakin memahami arti persahabatan.
*meradai, Bengkulu: meminta sedekah; dalam teks ini bisa berarti meminjam atau meminta uang
Jangan Tersia Sisa Usia
ISTIMEWA. Tapi bukan bicara soal Yogyakarta, melainkan usia saya. Genap sudah seperempat abad. Seperempat, genap apa ganjil? Tata bahasa yang aneh. Ah sudahlah. Gak terasa sudah 25. Sisanya berapa lagi ya?
Bingung harus bersuka atau berduka. Banyak hal sudah terlewati. Susah – Senang. Sedih – Bahagia. Gelap – Terang. Pahit – Manis. Meski harus diakui, separuh hidup saya tersiakan. Terkenang, kesombongan, keisengan, kebohongan, kesoktauan, keonaran, dan banyak ragam kenakalan. Salah dan khilaf terlaku. Semoga salah termaafkan. Semoga dosa terampunkan.
Sepenggal pesan dari seorang kawan, waspadalah akan kelengkapan; berhati-hatilah akan kesempurnaan. Kawan lain berpesan, ada hikmah di balik kejadian; jangan tersia usia yang tersisa. Kawan lain lebih banyak yang mendoakan kesuksesan. Terima kasih kawan. Atas doa dan pesan terhatur.
25 menjadi tonggak. Kesalahan menjadi pembelajaran. Untuk tidak terulang di hari kemudian. Saatnya menatap jauh. Melenggang memanggul harapan. Sejauh mungkin, sebisa mungkin, lebih dalam berlaku kebaikan. Membawa manfaat bagi lingkungan.
Terima kasih Tuhan. Telah beri usia panjang. Telah beri kesempatan. Bukakanlah pintu pertobatan. Beri hamba kekuatan untuk berjalan di jalur yang terang. Amin.
28 Desember 2010. Berbenah diri. Inginkan yang terbaik, untuk semua.
bukan Hantu
Sekeluarga duduk santai di teras rumah. Ayah, ibu, 3 bocah laki-laki dan 1 adik bungsu perempuan. Suatu keadaan yang jarang terjadi lagi setelahnya, saat kami anak-anak mulai tumbuh besar dan satu per satu bergantian menemani/tinggal di tempat nenek. Agak besar lagi kami satu per satu bergantian sekolah di Jogja.
Keadaan rumah saat itu tidak sepraktis sekarang, tapi suatu kenangan indah, paling tidak bagi saya. Dengan rumah berukuran 70 m2 ditengah areal tanah hampir seperempat hektar, halaman masih ditumbuhi pohon-pohon besar, listrik belum masuk, tetangga bisa dihitung jari dengan jarak rumah berjauhan. Kadang gelap pekat di malam hari. Mungkin kau akan berasa takut untuk mampir kawan.
Perjalanan ke rumah pun bukan hal mudah. Suatu hari akan saya ceritakan kawan begitu hebatnya petualanganmu jika hendak main ke rumah saat itu.
Jarak antara teras rumah sampai ke pagar depan kira-kira 15 meter. Di situ, di sudut kanan pintu pagar ada sebuah tiang kecil tegak tempat menggantung lampu badai. Lampu minyak yang unik, takkan mati apinya walau badai.
Di pojok kiri pagar.. ya dari situ.. tidak, tidak, tidak, kecuali tananaman tidak ada apa-apa di sana. Saya hanya ingin menyebutkan objek antaranya dengan tempat kami berkumpul, ada sebuah pohon besar. Pohon besar, tua, putih, tinggi.. dengan dahan yang menjuntai panjang. Kami menyebutnya batang Johar, ntah apa bahasa Indonesianya.
Biasanya kami ditemani lampu togok. Tapi purnama suasana terang, lampu togok tinggal di ruang tengah. Suasana hening sejenak. Tiba-tiba terdengar suara aneh, ‘pruu.. pruu…’
Dan di sanalah kawan, di salah satu dahan batang Johar yang menjuntai ke arah selatan, pertama kalinya saya mengenal.. BURUNG HANTU..
Yang Penting Mulai
Terinspirasi dari http://simple-rei.blogspot.com, dan http://bigfatlunatic.wordpress.com, saya jadi pingin punya blog juga. Kecerdasan kawan-kawan dalam blog mereka sungguh sangat memotivasi saya. Saya pikir kalo saya punya blog, mungkin saya bisa secerdas mereka, hihi.. *ngarap.
Tapi ternyata tidak berjalan semudah itu. Sulit bagi saya untuk memulai menulis blog. Padahal ide-ide dari hasil cuap-cuap, tanya jawab, diskusi sana-sini terus mengalir. Tebersit pertanyaan, mulai aja sulit, apalagi merawat blog. Jangan-jangan, jangan-jangan....
Pasrah, saya malah dapat pencerahan. Teringat pesan guru besar EU (Entrepreneur University), bapak Purdi E Candra dalam seminar sebuah seminar di Hotel Horizon Bengkulu, yang penting 9A, Aksi, Aksi, Aksi, Aksi, Aksi, Aksi, Aksi, Aksi, Aksi. Kesulitan kita bukan karena kita tidak mampu, tapi karena tidak berani aksi. Akhirnya kita malah mencari-cari alasan yang membenarkan, memaksa meyakinkan bahwa kita tidak bisa.
Dengan tidak sabar, saya mulai dari hal yang paling sederhana dari blog, punya akun blog. Sebenarnya dari dulu dah punya sih (sayangnya gak pernah update), tapi bikin baru juga masih gratis kan. Semangat baru, akun baru.. hahai.. Dan dengan ini saya mulai blog ‘katokito’ ini.
21 Desember 2010. Yang penting mulai. Beraksi tanpa banyak basa basi.
Blog Archive
Posting Terpopuler Minggu Ini
-
Orang sukses punya masa lalu. Orang lalai punya masa depan. Siapa yang tidak mau berubah, akan dihukum oleh masa depannya sendiri. Kita bi...
-
Setiap kali buka blog katokito selalu bertanya, “Penulisnya kemana neh? Kok gak update hampir sebulan.” Pertanyaan yang aneh. Kan saya penul...
-
‘Pelajaran penting. Bolehlah berusaha; bolehlah bekerja keras. Tapi imbangi dengan menjaga diri.’ Status terakhir saya di Facebook dua har...
-
Tadi malam purnama. Purnama 12. Purnama terakhir tahun 2010 ini. Cuaca cerah. Langit terang. Ingatan saya terbang ke jaman saya pra sekolah ...
-
Peristiwa unik terjadi di jalan Merapi, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu. Ditengah jalan raya, di depan BLK (Balai Latihan Kerja) Bengkulu...
-
Sepertinya pola dan tata cara berpikir saya mulai bergeser. Dulu sering dapat wangsit cuma dari kamar kecil pas buang-buang isi perut. Sekar...
-
Pelantikan wakil rektor jadi momen penting bagi saya. Pengalaman baru. Banyak pelajaran baru. Pergantian posisi, bertukar jabatan. Diiringi ...
-
Seorang filsuf Amerika mengatakan: kurang semangat mengakibatkan lebih banyak kegagalan berbanding kurangnya kebijaksanaan atau keramahan. ...
-
Sembari menepuk bahu saya, ibu Wiwit mengatakan “Be a Success man!”. Sepenggal kata yang cukup memotivasi pagi ini. Hanya itu dialog kami sa...
-
Lester Thurow, seorang pakar ekonomi, mengatakan: a competitive world has two possibilities for you. You can lose. Or, if you want to win,...
Tinggalkan Pesan
Kawan
Blog Sahabat
Total Pageviews
Mengenai Saya
- afadin
- Saya orang biasa yang lahir dari keluarga biasa dg cara biasa di kota Bengkulu, Indonesia.. Tadinya saya pikir cukup jadi orang biasa, sampai saya bertemu Anda; skrg saya putuskan untuk jadi luar biasa, seperti ANDA..
Kategori
- Bengkulu (2)
- entrepreneur university (2)
- kampus (2)
- lirik lagu (2)
- lomba (2)
- personal (7)
- renungan (21)
- sosial (2)
